Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Bagian 4 Pelajaran 5

Bagian 4 Pelajaran 4

Bagian 4 Pelajaran 3

Bagian 4 Pelajaran 2

Bagian 4 Pelajaran 1

Bagian 3 Pelajaran 37

Bagian 3 Pelajaran 36

Bagian 3 Pelajaran 35

Bagian 3 Pelajaran 34

Bagian 3 Pelajaran 33

Bagian 3 Pelajaran 32

Bagian 3 Pelajaran 31

Bagian 3 Pelajaran 30

Bagian 3 Pelajaran 29

Bagian 3 Pelajaran 28

Bagian 3 Pelajaran 27

Bagian 3 Pelajaran 26

Bagian 3 Pelajaran 25

Bagian 3 Pelajaran 24

Bagian 3 Pelajaran 22

 وَاللهِ مَا ابْتُلِيْتُ بِبَلِيَّةٍ اِلَّا وَكَانَ الِلَّهِ عَلَيَّ فِيْهَا اَرْبَعُ  نِعَمٍ: اَوَّلُهَا اِذَ لَمْ تَكُنْ فِى دِيْنِىْ وَ الثَّانِى اِذْالَمْ تَكُنْ اَعْظَمَ مِنْهَا وَالثَّالِثُ اِذَالَمْ تَكُنْ مُحَرَّمَ الرِّضَا بِهَا وَالرَّابِعُ أَنِّى اَرْجُو الثَّوَابَ عَلَيْهَا . 22. Kenikmatan Dibalik Musibah Diriwayatkan dari Umar ra. bahwa ia berkata sebagai berikut : ``Demi Allah, setiap kali aku mendapat musibah, maka disitu aku selalu terdapat  empat kenikmatan sari Allah SWT. Yakni : Pertama, musibah itu tidak mengenai agamaku. Kedua, karena musibah itu tidak lebih berat daripadanya. Ketiga, karena musibah itu tidak menghalangi ridha Allah. Dan keempat, karena dengan musibah itu aku dapat mengharap pahala dari Allah. ``

Bagian 3 Pelajaran 23

Bagian 3 Pelajaran 21

 مِنَ التَّوْرَاةِ مَنْ رَضِىَ بِمَا اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى اِسْتَرَاحَ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. وَمِنَ الْاِنْجِيْلِ : مَنْ هَدَمَ الشَّهَوَاتِ عَزَّ قَوِيًّا فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. وَمِنَ الزَّبُوْرِ: مَنْ تَفَرَّدَ عَنِ النَّاسِ نَجَا فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ . وَمِنَ الْقُرْآنِ : مَنْ حَفِظَ اللِّسَانَ سَلِمَ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ . 21. Kalimat Pilihan Dalam Kitabullah Sebagaimana yang telah disitirkan oleh sebagian hukama dari keempat kitabullah yaitu : ``Dari Kitab Taurat adalah kalimat, ``Barangsiapa yang ridha terahadap pemberian Allah kepada dirinya, maka ia beristirahat di dunia dan di akhirat. Dari kitab Injil adalah kalimat, ``Barangsiapa yang dapat mengalahkan syahwatnya, makaia kuat di dunia dan di akhirat.`` Dari kitab Zabur adalah kalimat, ``Barangsiapa yang menyendiri dari manusia, maka ia akan selamat. `` Dan dari Al Furqaan (Al Qur`an), Barangsiapa yang memelihara ucapannya, maka ia selamat di dunia dan di akhirat. ``(HR. Imam Baihaqy) أَحَ...

Bagian 3 Pelajaran 20

اَنَا مَعَ الْمَوْلَى عَلَى الْمُوَافَقَةِ وَمَعَ النَّفْسِ عَلَى الْمُخَالَفَةِ وَ مَعَ الْخَلْقِ عَلَى النَّصِيْحَةِ وَمَعَ الدُّنْيَا عَلَى الضَّرُوْرَةِ . 20. Tanda tanda Kaum Hukama Sebagaimana pernyataan sebagian hukama, ketika ditanya, ``bagaimana keadaan tuan ?`` maka jawabnya : ``Saya selalu taat kepada Allah, terhadap hawa nafsu selalu menentang, terhadap sesama makhluk selalu memberi nasihat, dan terhadap perkara perkara duniawi hanya sebatas kebutuhan darurat. ``

Bagian 3 Pelajaran 19

 اَرْبَعَةٌ فِى الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ : الْخُلُوْدُ فِى الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ وَخِدْمَةُ الْمَلَئِكَةِ فِى الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ وَجِوَارُ اْلَانْبِيَاءِ فِى الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ وَ رَضَا اللهِ فِى الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ . 19. Perkara Surga yang  Jauh lebih Bagus Darinya dan Perkara Neraka yang Lebih Jelek Darinya Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : ``Empat perkara surga lebih bagus daripada surga, yaitu : kekal di dalamnya lebih baik daripada surga. Pelayanan para Malaikat di dalam surga itu lebih baik  daripada  surga. Bertetengga dengan para Nabi di dalam surga itu lebih baik daripada surga, dan keridhaan Allah di dalamnya itupun lebih baik daripada surga. `` وَاَرْ بَعَةٌ فِى النَّارِ شَرٌّ مِنَ النَّارِ الْخُلُوْدُ فِى النَّارِ شَرٌّ مِنَ النَّارِوَتَوْ بِيْخُ الْمَلَئِكَةِ الْكُفَّارَ فِى النَّارِ شَرٌّ مِنَ النَّارِ وَجِوَارُ الشَّيْطَانِ فِى النَّارِشَرٌّ مِنَ النَّارِ وَغَضَبُ اللهِ...

Bagian 3 Pelajaran 18

  اَرْبَعَةٌ جَوَاهِرَ فِى جِسْمِ بَنِى آدَمَ يْزِيْلُهَا اَرْبَعَةُ اَشْيَاءَ : اَمَّا الْجَوَاهِرُ فَالْعَقْلُ وَالدِّيْنُ وَالْحَيَاءُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ فَالْغَضَبُ يُزِيْلُ الْعَقْلَ وْالْحَسَدُ يُزِيْلُ الدِّيْنَ وَالطَّمَعَ يُزِيْلُ الْحَيَاءَ وَالْغِيْبَة ُتُزِيْلُ الْعَمَلَ الصَّالِحَ . 18.  Perbuatan Yang Dapat Menghanguskan Keistimewaan Manusia Sebagaimana sabda Nabi Muahammad SAW. Sebagai berikut : `` Empat macam permata (keistimewaan) yang terdapat dalam diri anak Adam (manusia) itu akan hilang oleh empat perkara. Adapun keistimewaan keistimewaan itu adalah akal, agama, malu, dan amal shaleh. Marah itu menghilangkan akal. Hasud itu akan menghilangkan agama. Tamak akan menghilangkan malu. Dan mengumpat akan menghlangkan amal shaleh. `` Catatan : Akal adalah : جَوْ هَرٌ رُوْحَانِيٌّ خَلَقَهُ اللهُ تَعَالَى مُتَعَلَّقًابِبَدْنِ اْلإِنْسَانِ يُعْرَفُ بِهِ الْحَقُّ وَاْلبَاطِلُ . ``Permata rohani ciptaan Allah yang dititipkan kepada manusia, sehingga manusia da...

Bagian 3 Pelajaran 17

 اَلْاُمَّهَاتُ اَرْبَعٌ : اُمُّ الْاَدْوِيَةِ وَاُمُّ الْآدَبِ وَاُمُّ الْعِبَادَاتِ وَاُمُّ الْاَمَانِىِّ فَاُمُّ الْاَدْوِيَةِ قِلَّةُ الْاَ كْلِ وَاُمُّ الْآدَبِ قِلَّةُ الْكَلَامِ وَاُمُّ الْعِبَادَاتِ قِلَّةُ الذُّنُوْبِ وَاُمُّ الْاَمَانِىِّ الصَّبْرُ . 17. Induk Dari Segala Perbuatan Nabi Muhammad SAW. Telah bersabda sebagai berikut : ``Induk itu ada empat, yaitu : induk obat, induk tata krama, induk ibadah, dan induk harapan. Induk obat adalah sedikit makan. Induk tata karma adalah sedikit bicara. Induk ibadah adalah sedikit dosa dan Induk daripada harapan adalah sabar menanti. `` Catatan : كَثْرَةُ اْلكَلَامِ تَنْفِى اْلآدَابَ فَالذُّ نُوْبُ تَنْفِى اْلعِبَادَةَ . ``Banyaknya bicara (yang tidak bermanfaat) dapat menghilangkan kesopanan. Sedangkan banyaknya dosa bisa menghilangkan ibadah. `` Yang dimaksud sabar disini adalah : حَبْسُ النَّفْسِ عَلَى اْلجَزَعِ فَالصَّبْرُ اَمَرُّ مِنَ الصَّبِرِ . ``Menahan diri dari kesedihan, sedang sabar lebih pahit daripada gandaria ...

Bagian 3 Pelajaran 16

 اَنَّ شَعَائِرَ الْاِيْمَانِ اَرْبَعَةٌ : اَلتَّقْوَى وَالْحَيَاءُ وَالْشُّكْرُ وَالصَّبْرُ . 16. Panji panji keimanan Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian hukama berikut ini : ``Sesengguhnya panji-panji keimanan itu ada empat yaitu : Taqwa (kepada Allah), rasa malu, syukur, dan sabar. `` Penjelasan : Sikap orang yang bertaqwa disini antara lain ikhlas di dalam melaksanakan taat kepada Allah dan menjauhkan diri dari kemaksiatan . Definisi taqwa diantaranya adalah : وَقِيْلَ : مُحَا فَظَةُ آدَابِ الشَّرِ يْعَةِ ``Memelihara aturan-aturan syariat agama.``  اَلْإِ فْتِدَاءُ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْلًاوَفِعْلًا . ``Mengikuti jejak langkah para Nabi dalam ucapan dan perbuatan. `` Taqwa ialah : حُسْنُ الشُّكْرِ فِيْمَانَالَ بِهِ وَحُسْنُ التَّوَ كُّلِ فِيْمَالَمْ يَنَلْ بِهِ وَحُسْنُ الصَّبْرِ فِيْمَافَاتَ بِهِ .  ``Bersyukur kepada Allah atas apa yang telah ia terima dan bertawakal atas apa yang belum ia peroleh, serta bersabar atas kegagalan ...

Bagian 3 Pelajaran 15

 عَلَامَةُ الشَّقَاوَةِ اَرْبَعَةٌ : نِسْيَانُ الذُّنُوْبِ الْمَاضِيَةِ وَهِىَ عِنْدِ اللهِ محْفُوْظَةٌ وَذِكْرُ الحَسَنَاتِ الْمَاضِيَةِ وَلَا يَدْرِى اَقُبِلَتْ اَمْ رُدَّتْ وَنَظَرَهُ إِلَى مَنْ فَوْقَهُ فِى الدُّنْيَا وَنَظَرُهُ إِلَى مَنْ دُوْنَهُ فِى الدِّيْنِ يَقُوْلُ اللهُ : اَرَدْتُهُ وَلَمْ يُرِدْنِى فَتَرَكْتُهُ . وَعَلَامَةُ السَّعَادَةِ اَرْبَعَةٌ ذِكْرُ الذُّنُوْبِ الْمَاضِيَةِ وَ نِسْيَانُ الْحَسَنَاتِ الْمَاضِيَةِ وَنَظَرُهُ إِلَى مَنْ فَوْقَهُ فِى الدِّيْنِ وَ نَظَرُهُ إِلَى مَنْ دُوْنَهُ فِى الدُّنْيَا . 15. Tanda tanda Kecelakaan dan Kebahagiaan Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : ``Tanda tanda terjadinya kecelakaan itu ada empat, yaitu : Melupakan dosa dosa yang telah berlalu, padahal semuanyaitu tercatat di sisi Allah. Bernostalgia (bersenang-senang) dengan kebajikan kebajikan yang telah berlalu, padahal ia tidak mengetahui, apakah kebajikannya itu diterima atau tidak (oleh Allah SWT.). Memandang orang yang lebih tinggi dalam urusan dunia dan m...

Bagian 3 Pelajaran 14

 مَنِ ادَّعَى اَرْبَعَةً بِلَا اَرْبَعَةٍ فَدَ عْوَاهُ كَاذِبَةٌ : مَنِ ادَّعَى حُبَّ اللهِ وَلَمْ يَنْتَهِ عَنِ مَحَارِمِ اللهِ تَعَالَى فَدَعْوَا كَذْبٌ وَمَنِ ادَّعَى حُبَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ كَرِه َالْفُقَرَاءَ وَالْمَسَاكِيْنَ فَدَعْوَاهُ كَذْبٌ وَمَنِ ادَّعَى حُبَّ الْجَنَّةِ وَلَمْ يَتَصَدَّقْ فَدَعْوَاهُ كَذْبٌ وَمَنِ ادَّعَى خَوْفَ النَّارِ وَلَمْ يَنْتَهِ عَنِ الذُّنُوْبِ فَدَعْوَاهُ كَذِبٌ . 14. Ucapan Tanpa Bukti Adalah Bohong Diriwayatkan dari Hatim Al Asham ra. bahwa ia berkata seperti berikut : `` Barangsiapa yang mengaku akan empat hal tanpa adanya bukti empat hal lainnya, maka pengakuannya itu bohong, yaitu : Barangsiapa yang mengaku cinta kepada Allah, tapi tidak mau meninggalkan segala laranganNya, maka pengakuannya itu bohong. Barangsiapa mengaku cinta kepada Nabi, tetapi ia tidak suka kepada orang fakir miskin, maka pengakuannya itu bohong. Dan barangsiapa yang menginginkan surga, tetapi tidak mau bersedekah, maka pernyataannya itu ...

Bagian 3 Pelajaran 13

 إِنَّ اَشَدَّ مَا اَتَخَوَّفُ عَلَيْكُمْ خَصْلَتَانِ : اتِّبَاعُ الهَوَى وَطُوْلُ الْاَمَلِ فَاَمَّا اتِّبَاعُ الْهَوَى فَاِنَّهُ يَعْدِلُ عَنِ الْحَقِّ فَاَمَّا طُوْلُ الْاَمَلِ فَالْحُبُّ لِلدُّنْيَا . 13. Penyebab penyebab Hati Gelap dan Terang Adapun batasan kekenyangan perut sebagaimana yang telah ditentukan oleh syara` adalah sepertiga selera makan. Lamunan ngelantur adalah lamunan yang mengawang jauh sampai membayangkan hal hal yang mustahil terjadi. Berkaitan dengan hal ini, telah diterangkan bahwa Rasulullah SAW. Telah bersabda sebagai berikut : ``Seseungguhnya perkara yang sangat aku khawatirkan atasmu itu ada dua perkara, yaitu mengikuti hawa nafsu dan berandai andai yang keterlaluan. Adapun mengikuti hawa nafsu adalah menyimpang dari hak sedangkan berandai andai yang keterlaluan iru adalah cinta kepada dunia. `` (HR. Ibnu Abu Dunya dari Sayyidina Ali ra.) Yang disebut,طول الأمل Ialah, (Mencintai sesuatu yang diperkirakan jauh unruk diraih/dicapai) اَرْبَعَةٌ مِنْ ظُل...

Bagian 3 Pelajaran 12

 قِيْلَ : اَوْحَى اللهُ تَعَالَى اِلَى نَبِيٍّ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ مِنْ بَنِىْ اِسْرَائِيْلَ وَقَالَ : صَمْتُكَ عَنِ اْلبَاطِلِ لِىْ صَوْمٌ وَحِفْظُكَ اْلجَوَارِحَ عَنِ الْمَحَارِمِ لِىْ صَلاَةٌ وَاِيَاسُكَ عَنِ الْخَلْقِ لِىْ صَدَ قَةٌ وَكَفُّكَ اْلأَذَى عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لِىْ جِهَادٌ . 12. Perkara yang Dapat Menyamai Puasa, Shalat, Shadaqah dan Jihad Dalam sebuah pernyataan diterangkan, bahwa Allah telah berfirman kepada salah seorang dari Bani Israil yang artinya sebagai berikut : `` Diammu yang batil karemaKu adalah puasa, memelihara anggota tubuhmu dari perkara perkara yang haram karenaKu adalah shalat, memutuskan dirimu dari makhluk karenaKu adalah shadaqoh dan menahan dirimu dari menyakiti hati orang muslim karenaKu adalah jihad. ``

Bagian 3 Pelajaran 11

 اَلصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّيْنِ وَالصَّقَةُ اَفْةُ اَفْضَلُ وَالصَّدَقَةُ تُطْغِىءُ غَضَبَ الرَّبِّ وَالصُّمْتُ اَفْضَلُ وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ وَالصُّمْتُ اَفْضَلَ وَالْجِهَادُ سَنَامُ الدِّيْنَ وَالصُّمْتُ اَفْضَلُ . 11. Keutamaan Berdiam Diri Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Sebagai berikut : `` Shalat itu adalah tiangnya agama, tapi berdiam diri adalah yang lebih utama. Sedekah itu dapat menahan murkanya Tuhan, tapi berdiam diri adalah yang lebih utama. Puasa itu merupakan bentengnya neraka, tapi berdiam diri adalah yang lebih utama. Dan berjuang di jalan Allah itu adalah puncaknya agama, tetapi berdiam diri itu lebih utama.`` اَلصَّمْتُ اَرْفَعُ الْعِبَادَةِ . 11. Keutamaan Berdiam Diri Adapun tentang keutamaan diam daripada shalat itu adalah berdasatkan sabda Nabi Muhammad SAW. Sebagai berikut : `` Diam adalah ibadah tingkat yang paling tinggi. ``(HR. Ad Dailami dari Abu Hurairah ra. )  اَلصُّمْتُ سَيِّدُ الْاَخْلَاقِ . 11. Keutamaan Berdiam Diri Disa...

Bagian 3 Pelajaran 10

 مَنِ اشْتَاقَ إِلَى الْجَنَّةِ سَارَعَ الْخَيْرَاتِ وَمَنْ اَشْفَقَ مِنَ النَّارِ اِنْتَهَى عَنِ الشَّهَوَاتِ وَمَنْ تَيَقَّنَ الْمَوْتَ انْهَدَمَتْ عَلَيْهِ اللَّذَّاتُ وَمَنْ عَرَفَ الدُّنْيَا هَانَتْ عَلَيْهِ الْمُصِيْبَاتُ . 10. Merindukan Surga dan Takut Akan Neraka Diriwayatkan, bahwa Ali ra. berkata sebagai berikut : `` Barangsiapa yang merindukan surga, maka ia harus selalu berada pada jalan yang lurus (kebaikan). Dan barangsiapa yang takut akan neraka,maka hendaklah ia mencegah dirinya dari keinginan hawa nafsu. Barangsiapa yang yakin akan adanya kematian, maka lenyaplah semua kenikmatan bagi dirinya serta barangsiapa yang mengetahui dunia, maka ia akan mendapat musibah yang ringan ringan

Bagian 3 Pelajaran 9

 9. Lahirnya Fadhilah dan Batinnya Faridhah Utsman bin Affan ra. juga telah menyatakan sebagai berikut : `` Empat perkara merupakan lahirnya fadhilah (keutamaan) dan batinnya faridhah (kewajiban), yaitu : bergaul akrab dengan orang orang shaleh itu merupakan keutamaan dan mengikuti jejak mereka adalah kewajiban, membaca Al Qur`an itu merupakan keutamaan dan mengamalkan makna yang terkandung di dalamnya adalah kewajiban, ziarah kubur itu merupakan keutamaan dan mempersiapkan diri untuk menuju kesana adalah suatu kewajiban, dan menjenguk orang yang sakit itu juga merupakan suatu keutamaan, sedang berwasiat ketika sedang sakit itu adalah suatu kewajiban. `` اَلْمَحْرُوْمُ مَنْ حُرِمَ الْوَصِيَّةَ . 9. Lahirnya Fadhilah dan Batinnya Faridhah Mengunjungi orang yang sedang sakit itu adalah termasuk suatu keutamaan, sedang membuat wasiat pada waktu sakit itu adalah suatu kewajiban. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Berikut : ``Orang yang dihalangi dari kebajikan, adalah orang yang ...

Bagian 3 Pelajaran 8

 وَجَدْتُ حَلَاوَةَ الْعِبَادَةِ فِى اَرْبَعَةِ اَشْيَاءَ : اَوَّلُهَا فِى اَدَاءِ فَرَائِضِ اللهِ وَالثَّانِى فِى اجْتِنَابِ مَحَارِمِ اللهِ وَالثَّالِثُ فِى الْاَمْرِ بِا لْمَعْرُوْفِ وَابْتِغَاءِ ثَوَابِ اللهِ وَالرَّابِعُ فِى النَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْاِتَّقَاءِ مِنْ غَضَبِ اللهِ . 8. Kenikmatan Ibadah Dalam Empat Perkara Diriwayatkan dari Utsman ra. sebagai berikut : ``Saya mendapatkan kenikmatan beribadah dalam empat perkara, yaitu : pertama ketika mengerjakan kewajiban kewajiban Allah, kedua ketika menjauhi larangan laranganNya, ketiga ketika berbuat amar ma`ruf dan mencari pahala Allah, keempat ketika mengerjakan nahi munkar dan memelihara diri dari murkaNya. `` Keterangan : Definisi makruf adalah كُلُّ مَايَحْسُنُ فِى الشَّرْعِ (segala sesuatu yang dipandang baik menurut syara`). Sedangkan mungkar ialah  مَالَيْسَ فِيْهِ رِضَا اللهِ تَعَالَى مِنْ قَوْلٍ اَوْفِعْلٍ (sesuatu yang tidak diridhai Allah, baik ucapan maupun perbuatan).  اَرْبَعَةٌ ظَاهِرُ هُنَّ...

Bagian 3 Pelajaran 7

 اَلْبُحُوْرُ اَرْبَعَةٌ : الْهَوَى بَحْرُ الذُّنُوْبِ وَالنَّفْسُ بَحْرُ الشَّهَوَاتِ وَالْمَوْتُ بَحْرُ الْاَعْمَارِ وَالْقَبْرُ بَحْرُ النَّدَامَاتِ . 7. Macam macam Lautan Sebagaimana yang dikatakan oleh Umar ra. berikut ini : `` Lautan (samudra) itu ada empat macam, yaitu : hawa nafsu sebagai lautan dosa, nafsu sebagai lautan syahwat (keinginan), maut sebagai lautan umur dan kubur sebagai lautan penyesalan. ``

Bagian 3 Pelajaran 6

 مَنْ صَلَّى كُلَّ يَوْمٍ اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فَقَدْ اَدَّى حَقَّ الصَّلَاةِ وَمَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ اَيَّامٍ فَقَدْ اَدَّى حَقَّ الصِّيَامِ وَمَنْ قَرَأَ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ آيَةٍ فَقَدْ أَدَّى حَقَّ الْقِرَاءَةِ وَمَنْ تَصَدَّقَ فِى جُمُعَةٍ بِدِرْهَمٍ فَقَدْ اَدَّى حَقَّ صَدَقَةٍ . 6. Hak Shalat, Puasa, Membaca Al Qur`an Dan Sedekah Diriwayatkan dari Abdullah bin Al Mubarak sebagai berikut : `` Barangsiapa yang telah mengerjakan shalat sebanyak dua belas rakaat dalam setiap harinya, maka berarti ia telah memenuhi hak shalat. Barangsiapa yang telah berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulannya, maka ia telah memenuhi hak puasa. Dan barangsiapa yang telah membaca seratus ayat dalam setiap harinya, maka berarti ia telah memenuhi hak qira`ah serta barangsiapa yang telah bersedekah satu dirham setiap hari Jumat, maka berarti ia juga telah memenuhi hak sedekah. `` Abdullah bin Al Mubarak adalah cucu Al Qadhi Nouh Al Marwazi. رَحِمَ اللهُ امْرَأً صَلَّى قَ...

Bagian 3 Pelajaran 5

 اَرْبَعَةٌ تَمَامُهَا بِأَرْبَعَةٍ : تَمَامُ الصَّلَاةِ بِسَجْدَ تَيِ السَّهْوِ وَالصَّوْمُ بِصَدَقَةِ الْفِطْرِ وَالْحَجُّ بِالفِدْيَةِ وَالْاِيْمَانُ بِالْجِهَادِ . 5. Penyempurna Amal Perbuatan Manusia Sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai berikut : ``Empat perkara dapat disempurnakan dengan empat perkara lainnya, yaitu : kesempurnaan shalat dengan dua sujud syahwi, kesempurnaan puasa dengan zakat fitrah, kesempurnaan haji dengan fidyah dan kesempurnaan iman dengan jihad (fi sabilillah). ``

Bagian 3 Pelajaran 4

 اَلْكَوَاكِبُ اَمَانٌ لِاَهْلِ السَّمَآءِ فَاِذَا انْتَثَرَتْ كَانَ الْقَضَآءُ عَلَى اَهْلُ السَّمَاءِ وَاَهْلُ بَيْتِى اَمَانٌ لِاُمَّتِى فَإِذَا زَالَ اَهْلُ بَيْتِى كَانَ الْقَضَاءُ عَلَى اُمَّتِى وَاَنَا اَمَانٌ لِاَصْحَابِى فَإِذَا ذَهَبْتُ كَانَ الْقَضَاءُ عَلَى اَصْحَابِى وَالْجِبَالُ اَمَانٌ لِاَهْلِ الْاَرْضِ فَاِذَا ذَهَبَتْ كَانَ الْقَضَاءُ عَلَى اَهْلِ الْاَرْضِ . 4. Perkara Perkara Yang Memberikan Rasa Aman Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : ``Bintang bintang adalah keamanan bagi penduduk langit, jika ia sudah bertaburan, maka terjadilah qadha atas penduduk langit. Ahli baitku adalah keamanan bagi umatku, jika ahli baitku sudah tiada, maka itulah keputusan Allah atas umatku. Dan aku adalah keamanan bagi sahabatku, jika aku sudah wafat, maka itulah keputusan Allah atas para sahabatku. Gunung gunung itu adalah keamanan bagi penduduk bumi, jika ia sudah hancur, maka itulah keputusan Allah atas penduduk bumi. ``

Bagian 3 Pelajaran 3

 اَرْبَعَةٌ قَبِيْحَةٌ وَلَكِنْ اَرْبَعَةٌ مِنْهَا أَقْبَحُ : اَلذَّنْبُ مِنَ الشَّابِ قَبِيْحٌ وَمِنَ الشَّيْخِ اَقْبَحُ وَالْاِشْتِغَالُ بِالدُّنْيَا مِنَ الْجَاهِلِ قَبِيْحٌ وَمِنَ العَالِمِ أَقْبَحُ وَالتَّكَاسُلُ فِى الطَّاعَةِ مِنْ جَمِيْعِ النَّاسِ قَبِيْحٌ وَمِنَ الْعُلَمِاءِ وَالطَّلَبَةِ اَقْبَحُ وَالتَّكَبُّرُ مِنَ الْاَعْنِيَاءِ قَبِيْحٌ وَمِنَ الْفُقَرَاءِ اَقْبَحُ. 3. Perkara Yang Paling Jelek Diantara Yang Jelek Sebagaimana yang dinyatakan oleh sebagian hukama berikut ini : ``Empat perkara berikut ini adalah jelek, tapi justru ada empat perkara lainnya yang lebih jelek lagi, yaitu : dosa yang dilakukan oleh pemuda itu jelek, tapi lebih jelek lagi jika dilakukan oleh orang yang sudah tua. Kesibukan duniawi pada diri orang dungu itu jelek, tapi kesibukan yang dilakukan oleh orang alim itu justru lebih jelek lagi. Malas beribadah pada setiap orang yang itu jelek, tapi lebih jelek lagi jika itu terjadi pada seorang ulama atau para penuntut ilmu. Takabur yang dilakukan ...

Bagian 3 Pelajaran 2

 اَرْبَعَةٌ حَسَنَةٌ وَلَكِنْ اَرْبَعَةٌ مِنْهَا اَحْسَنُ : الْحَيَاءُ مِنَ الرِّجَالِ حَسَنٌ وَلَكِنَّهُ مِنَ الْمَرْأَةِ اَحْسَنُ الْعَدْلُ مِنْ كُلِّ اَحَدٍ حَسَنٌ وَلَكِنَّهُ مِنَ الْاُمَرَاءِ اَحْسَنُ وَالتَّوْبَةُ  مِنَ الشَّيْخِ حَسَنَةٌ وَلَكِنَّهَا مِنَ الشَّبَابِ اَحْسَنُ وَالْجُوْدُ مِنَ الْاَغْنِيَاءِ حَسَنٌ وَلَكِنَّهُ مِنَ الْفُقَرَاءِ اَحْسَنُ .  2. Perkara Yang Paling Baik Diantara Yang Baik Sebagaimana hukama telah memberikan pernyataan sebagai berikut di bawah ini : ``Empat perkara berikut merupakan yang baik, tapi empat lainnya lebih baik daripadanya, yaitu : rasa malu pada laki-laki itu baik, tapi bagi perempuan itu justru lebih baik lagi . Sikap adil bagi setiap orang itu baik, tapi dari seorang pemimpin itu lebih baik lagi. Taubat yang dilakukan oleh orang tua itu baik, tapi lebih baik lagi jika dilakukan oleh orang yang masih muda. Dan kedermawanan bagi orang kaya itu baik, tapi lebih baik lagi jika itu keluar dari orang yang fakir. ``

Bagian 3 Pelajaran 1

 يَا اَبَاذَرٍّ جَدِّدِ السَّفِيْنَةَ فَإِنَّ الْبَحْرَ عَمِيْقٌ وَ خُذِ الزَّادَ كَامِلًا فَإِنَّ السَّفَرَ بَعِيْدٌ وَ خَفِّفِ الْحِمْلَ فَاِنَّ الْعَقَبَةَ كَئُوْدٌ وَاَخْلِصِ الْعَمَلَ فَإِنَّ النَّاقِدَ بَصِيْرٌ  . 1. Petunjuk Rasulullah SAW. Kepada Abu Dzar Al Ghifari Diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Sesungguhnya beliau pernah bersabda kepada Jundub bin Junabah yang tergelar Abu Dzar Al Ghifari sebagai berikut : ``Wahai Abu Dzar, renovasilah (perbaikilah) kapalmu, karena sesungguhnya lautnya dalam, dan bawalah bekal yang cukup, karena perjalananmu jauh, ringankanlah bebanmu, karena rintangan berat siap menghadang , ikhlaskanlah amalmu, karena sesungguhnya Yang Maha Meneliti, Maha Melihat.`` Keteragan : Abu Dzar berarti bapaknya Dzar, nama sebenarnya adalah Jundub bin Jinadah. Perbaharuilah perahumu maksudnya : اَحْسِنِ النِّيَّةِ فِى كُلِّ مَاتَأْ تِىْ وَتَذَرُلِيَحْصُلَ لَكَ اْلأَجْرُ وَالنَّجَاةُ مِنْ عَذَابِ اللهِ تَعَالَى . Yakni ikhlaskanlah niat dalam segala a...

Bagian 2 Pelajaran 55

 اِحْبِسْ ثَلَاثًا بِثَلَاثٍ حَتَّى تَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ : الْكِبْرُ بِالتَّوَاضُعِ  وَالْحِرْصَ بِالْقَنَاعَةِ وَالْحَسَدَ بِالنَّصِيْحَةِ . 55. Perkara perkara yang Harus Dijuluki Orang Beriman Diriwayatkan dari Malik bin Dinar ra. ia berkata sebagai berikut : `` Agar anda termasuk golongan orang orang yang beriman, maka hindarilah tiga sikap dengan tiga cara yaitu, hindarilah sikap sombong dengan cara tawadhu`, hindarilah sikap tamak dengan cara qana`ah dan hindarilah sikap dengki dengan cara nasihat لَا يَجْتَمِعُ فِى جَوْفِ عَبْدٍ : اَلْاِيْمَانُ وَالْحَسَدُ . 55. Perkara perkara yang Harus Dijuluki Orang Beriman Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW. Telah diterangkan : `` Tidak akan bersatu (untuk selamanya) antara iman dan dengki di dalam rongga seorang hamba. `` مَدَارَتُهُ شَفَّتْ وَعَزَّ نَوَالُهَا # وَدَارَيْتُ كُلَّ النَّاسِ لَكِنَّ حَاسِدِ اِذَا كَانَ لَا يَرْضِيْهِ اِلَّا زَوَالُهَ # وَكَيْفَ يُدَارِىْ الْمَرْءُ جَاسِدَ نِعْمَةٍ 55. Perkar...

Bagian 2 Pelajaran 54

 اَلْعِبَادَةُ حِرْفَةٌ وَحَانُوْتُهَا الْخَلْوَةُ وَرَأْسُ مَالِهَا التَّقَوَى وَرِيْحُهَا الْجَنَّةُ . 54. Makna dari Ibadah Diterangkan dalam sebuah pernyataan sebagai berikut : ``Ibadah itu adalah kesempatan kerja, kiosnya adalah mengasingkan diri dan modalnya adalah taqwa, sedangkan keuntungannya adalah Surga. ``

Bagian 2 Pelajaran 53

 اَصْلُ كُلِّ خَيْرٍ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ الْخَوْفُ مِنَ اللهِ وَ مِفْتَاحُ الدُّنْيَا الشَّبُعُ وَمِفْتَاحُ الْآخِرَةِ الْجُوْعُ . 53. Pokok Dari Segala Kebaikan Dunia dan Akhirat Abu Sulaiman Ad Darani telah menyatakan : ``Pokok dari setiap kebaikan di dunia dan di akhirat adalah takut kepada Allah, dan kunci dunia itu adalah perut yang kenyang, sedangkan kunci dari akhirat itu adalah perut yang lapar. `` Keterangan : Kunci dunia maksudnya sesuatu yang bisa membuka segala urusan dunia dan menutup segala urusan akhirat/ibadah. Kunci akhirat adalah sesuatu yang dapat membuka/mendorong seseorang untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah, seperti mengurangi makan dan minum, atau gemar berpuasa. 

Bagian 2 Pelajaran 52

 اَلْعَارِفُ بِاللهِ تَعَالَى وَفِيٌّ  وَقَلْبُهُ ذَكِيٌّ وَعَمَلُهُ زَكِيٌّ . 52. Tanda Lain Orang Yang  Makrifat kepada Allah SWT. Diriwayatkan pula dari Dzun Nun Al Misri, ia berkata sebagai berikut : ``Orang yang makrifat kepada Allah adalah orang yang memenuhi janjinya, hatinya cerdas dan amalnya bersih. ``

Bagian 2 Pelajaran 51

 اَلْعَارِفُ بِاللهِ تَعَالَى اَسِيْرٌ وَقَلْبُهُ بَصِيْرٌ وَعَمَلُهُ لِلَّهِ كَثِيْرٌ . 51. Tanda tanda Orang Yang Makrifat Kepada Allah SWT. Dzun Nun juga berkata sebagai berikut : ``Orang yang makrifat kepada Allah adalah orang yang jiwanya selalu tertambat kepada Allah, hatinya melihat dan amal perbuatannya banyak yang semata mata hanya karena Allah. ``

Bagian 2 Pelajaran 50

 كُلُّ خَائِفٍ هَارِبٌ وَكُلُّ رَاغِبٍ طَالِبٌ وَكُلُّ آنِسٍ بِاللهِ مُسْتَوْحِشٌ بِالْخَلْقِ وَفِى نُسْخَةٍ مُسْتَوْحِشٌ عَنْ نَفْسِهِ . 50. Takut, Senang, dan Dekat Diriwayatkan dari Dzun Nun Al Misri : ``Setiap orang yang merasa takut itu akan lari, setiap orang yang senang pasti akan mencari, dan setiap orang yang yang dekat dengan Allah pasti akan merasa asing dengan makhluk. ``

Bagian 2 Pelajaran 49

 مَنْ عَرَفَ اللهَ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَعَ الْخَلْقِ لَذَّةٌ وَمَنْ عَرَفَ الدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيْهَا رَغْبَةٌ وَمَنْ عَرَفَ عَدْلَ اللهِ تَعَالَى لَمْ يَتَقَدَّمْ اِلَيْهِ الْخُصَمَاءُ . 49. Keutamaan Orang Yang Makrifat Kepada Allah SWT. Sebagaimana yang diriwayatkan dari sebagian hukama berikut ini : `` Barangsiapa yang makrifat kepada Allah, maka tidak ada lagi kenikmatan bersama makhluk, dan barangsiapa yang mengetahui dunia maka tidak ada lagi kecintaan baginya tentang  dunia serta barangsiapa yang mengetahui keadilan Allah, maka ia tidak akan didatangi musuh. `` مَنْ عَرَفَ اللهَ اَحَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ الدُّنْيَا كَرِهَهَا . 49. Keutamaan Orang Yang Makrifat Kepada Allah SWT. Sebagaimana yang dikatakan Al Hasan ra. berikut ini : ``Barangsiapa yang mengetahui Allah, maka Allah akan mencintainya dan barangsiapa yang mengetahui dunia, maka ia akan membenci dunia itu. `` عَلَيْهَا كِلاَبٌ هَمُّهُنَّ اخْتِذَابُهَا # فَمَا هِيَ إِلَّا جِيْفَةٌ مُسْتَحِيْلَةٌ و...

Bagian 2 Pelajaran 48

 مَكْتُوْبٌ فِى التَّوْرَاةِ الْحَرِيْصُ فَقِيْرٌ وَاِنْ كَانَ مَالِكَ الدُّنْيَا وَالْمُطِيْعُ لِلَّهِ تَعَالَى مُطَاعٌ لِلنَّاسِ وَاِنْ كَانَ مَمْلُوْكًا وَالْقَانِعُ غَنِيٌّ وَاِنْ كَانَ جَائِعًا . 48. Tamak, Taat, dan Qana`ah Diriwayatkan dari Wahab bin Munabbin Al Yamani ra. sebagai berikut : ``Tertulis di dalam taurat, orang yang tamak adalah sengsara, meskipun memiliki dunia, orang yang taat kepada Allah akan disenangi, meskipun ia seorang hamba sahaya dan orang yang qana`ah (merasa cukup) adalah kaya, meskipun kelaparan. `` Kisah : Seorang tawanan wanita muslim melar ikan diri dari penjara negara kafir. Ia berjalan kaki sepanjang 200 farsakh. Ia tidak memakan apa-apa, lalu ia ditanya bagaimana bisa kuat berjalan tanpa makan. Ia menjawab, ``Setiap aku lapar aku akan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 2x. `` (قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدْ...الخ) Catatan : سُكُوْنُ اْلقَلْبِ عِنْدَعَدَمِ الْمَأْلُوْفَاتِ وَالرِّضَى بِقِسْمَةِ اللهِ تَعَالَى .  قَنَاعَةٌArtinya adalah hati yang m...

Bagian 2 Pelajaran 47

 صِدْقُ الْمَحَبَّةِ فِى ثَلَاثِ خِصَالٍ : اَنْ يَخْتَارَ كَلاَمَ حَبِيْبِهِ عَلَى كَلَامِ غَيْرِهِ وَ يَخْتَارَ مَجَالَسَةَ حَبِيْبِهِ عَلَى مَجَالَسَةِ غَيْرِهِ وَ يَخْتَارَ رِضَاحَبِيْبِهِ عَلَى رِضَا غَيْرِهِ . 47. Bukti Cinta Yang Sesungguhnya Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : `` Kebenaran (bukti) cinta itu tergantung pada tiga perkara yaitu, lebih memilih ucapan kekasih  daripada ucapan orang lain, lebih memilih duduk bersanding kekasih daripada bersama orang lain, dan lebih memilih kerelaan kekasih daripada kerelaaan orang lain. `` Keterangan : Orang yang cinta kepada Allah akan banyak bercerita dengan Allah (membaca Al Qur`an), suka pergi ke pengajian, san lebih mengutamakan perintah Allah daripada perintah selain Allah. مَنْ اَحَبَّ شَيْئًا فَهُوَ عَبْدُهُ . ``Barangsiapa mencintai sesuatu, ia menjadi hambanya. `` 

Bagian 2 Pelajaran 46

 مَنْ اَحَبَّ اللهَ اَحَبَ  مَنْ اَحَبَّهُ اللهُ تَعَالَى وَمَنْ اَحَبَّ مَنْ اَحَبَّهُ اللهُ تَعَالَى اَحَبَّ مَا اَحَبَّ فِى اللهِ تَعَالَى وَمَنْ اَحَبَّ مَا اَحَبَّ فِى اللهِ تَعَالَى اَحَبَّ اَنْ لَا يَعْرِفَهُ النَّاسُ . 46. Pokok Cinta Kepada Allah SWT. Diriwayatkan dari Sufyan bin Uyainah ra. ia berkata sebagai berikut : ``Barangsiapa yang cinta kepada Allah, maka ia akan cinta kepada orang yang dicintai Allah. Dan barangsiapa yang cinta kepada orang yang cinta kepada perbuatan yang dilakukan karna cinta kepada Allah, maka ia akan cinta melakukan perbuatan itu tanpa diketahui manusia. ``

Bagian 2 Pelajaran 45

 اَلْمَحَبَّةُ اَسَاسُ الْمَعْرِفَةِ وَالْعِفَّةُ علَامَةُ الْيَقِيْنِ وَرَأْسُ الْيَقِيْنِ التَّقْوَى وَالرِّضَا بِتَقْدِيْرِ اللهِ . 45. Cinta, Iffah, dan Pangkal Keyakinan Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : ``Cinta kepada Allah itu adalah asas makrifat, iffah (enggan) itu tandanya yakin, sedang pangkal keyakinan itu adalah taqwadan ridha terhadap takdir Allah. `

Bagian 2 Pelajaran 44

 ثَمْرَةُ الْمَعْرِفَةِ ثَلَاثُ خِصَالٍ : الْحَيَاءُ مِنَ اللهِ تَعَالَى وَالْحُبُّ فِى اللهِ وَالْاُنْسُ بِاللهِ . 44. Buah Dari Makrifat Sebagian hukama telah menyatakan sebagai berikut : `` Buah dari makrifat (mengenal Allah) itu ada tiga yaitu, malu kepada Allah, cinta kepada Allah, dan rindu berjumpa denganNya.

Bagian 2 Pelajaran 43

 مَنِ اسْتَغْنَى بِاللهِ أَغْنَاهُ . 43. Tersesat, Sengsara, dan Terhina Dalam sebuah hadits diterangkan : `` Barangsiapa merasa cukup dengan Allah, maka Dia memberinya kekayaan. ``

Bagian 2 Pelajaran 42

 حُبِّبَ إِلَىيَّ مِنْ دُنْيَا كُمْ ثَلَاثٌ : اَلطِّيْبُ وَالنِّسَاءُ وجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِى فِى الصَّلَاةِ . 42. Perkara perkara Yang Menggembirakan Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Yang bersumber langsung dari beliau sebagai berikut : ``Diantara duniamu, ada tiga perkara yang dititahkan menggembirakan hatiku, yaitu bau harum, perempuan, dan dijadikannya mataku terasa sejuk waktu mengerjakan sholat. ` صَدَقْتَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ! وَحُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا ثَلَاثٌ : النَّظْرُ اِلَى وَجْهِ رَسُوْلِ اللهِ وَاِنْفَاقُ مَالِى عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَاَنْ تَكُوْنَ اِبْنَتِى تَحْتَ رَسُوْلِ اللهِ . 42. Perkara perkara Yang Menggembirakan Dan ketika Rasulullah SAW. Menyampaikan sabda tersebut, beliau sedang dalam keadaan duduk bersama para sahabatnya, lalu Abu Bakar berkata : `` Benarlah engkau, wahai Rasulullah ! Diantara dunia ada tiga perkara yang menggembirakan hati kami, yaitu melihat wajah Rasulullah, membelanjakan hartaku untuk Rasulullah dan putriku menjadi istr...

Bagian 2 Pelajaran 41

 اِذَا اَرَادَ اللهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا فَقَّهَهُ فِى الدِّيْنَ وَ زَهَّدَهُ فِى الدُّنْيَا وَ بَصَّرَهُ بِعُيُوْبِ نَفْسِهِ . 41. Ciri ciri Orang Yang Baik Diterangkan dalam sebuah pertanyaan berikut ini : ``Jika Allah telah menghendaki hambaNya menjadi orang yang baik, maka Dia menjadikan hamba itu memahami agama, menjadikan ia zuhud terhadap dunia dan menjadikan ia menyadari akan kekurangan kekurangan pada dirinya. ``

Bagian 2 Pelajaran 40

 خَيْرُ الْاَيَّامِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَخَيْرُ الشُّهُوْرِ شَهْرُ رَمَضَانَ وَخَيْرُ الْاَعْمَالِ الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ لِوَقْتِهَا . 40. Hari, Bulan, dan Amal Perbuatan Yang Paling Baik Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. bahwa pernah ditanyakan kepada beliau, ``Hari apakah yang paling baik ? Dan bulan apa pula yang paling baik ? Serta amal perbuatan apakah yang terbaik ?`` Beliau menjawab : `` Hari yang paling baik adalah hari Jum`at, dan sebaik baik bulan adalah bulan Ramadhan serta sebaik baik amal perbuatan adalah shalat fardhu lima waktu tepat pada waktunya. `` إِنَّ خَيْرَ الْاَعْمَالِ مَا يَقْبَلُ اللهُ تَعَالَى مِنْكَ وَخَيْرُ الشُّهُوْرِ مَا تَتُوْبُ فِيْهِ إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوْحًا وَخَيْرُ الْاَيَّامِ مَا تَخْرُجُ فِيْهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَى اللهِ مُؤْمِنًا بِاللهِ . 40. Hari, Bulan, dan Amal Perbuatan Yang Paling Baik Ibnu Abbas ra. wafat pada hari Jum`at, kemudian tiga hari berikutnya kabar tentang pertanyaan dan jawaban Ibnu Abbas ra. tersebut sampai kepada A...

Bagian 2 Pelajaran 39

 ثَلَاثٌ مِنْ كَنْزِ اللهِ تَعَالَى : الفَقْرُ وَالْمَرَضُ وَالصَّبْرُ . 39. Tempat Penyimpanan Allah SWT. Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian hukama berikut ini : ``Tiga perkara temasuk simpanan Allah Ta`ala, yaitu kefakiran, sakit, sabar. `` Catatan : Sabar ialah tidak suka mengeluh atas kesedihan yang timbul daripada musibah yang menimpanya, kepada selain Allah serta ridha kepada Qadha.

Bagian 2 Pelajaran 38

 اَلْحُصُوْنُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ مِنَ الشَّيْطَانِ ثَلَاثٌ : الْمَسْجِدُ حِصْنٌ وَذِكْرُ اللهِ حِصْنٌ وَ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ حِصْنٌ . 38. Pagar Diri Dari Pengaruh Syaitan Diriwayatkan dari Ka`ab Al Ahbar ra.(seorang pendeta Yahudi yang masuk Islam pada masa pemerintahan Umar bin Khattab ra.) ia berkata sebagai berikut : `` Pagar (benteng) bagi orang orang yang beriman dari godaan syeitan itu ada tiga, yaitu : masjid, dzikir kepada Allah dan membaca Al Quran. `` Catatan : Masjid adalah tempat zikir manusia dan malaikat, sehingga setan tidak mau masuk untuk menggoda. Zikir adalah perisai, terutama ayat kursi. Membaca Al Qur`an adalah perisai terutama ayat kursi.

Bagian 2 Pelajaran 37

 ثَلَاثَةٌ يَزِدْنَ فِى الْحِفْظِ وَيُذْهِبْنَ الْبَلْغَمَ : اَلسِّوَاكُ وَالصَّوْمُ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ . 37. Cara Memperkuat Hafalan  Diriwayatkan dari Ali ra. bahwa ia berkata : `` Tiga cara yang dapat menambah kekuatan hafalan dan menghilangkan lendir (dahak), yaitu : bersiwak, puasa dan membaca Al Qur`an. ``

Bagian 2 Pelajaran 36

 يَا بُنَّىَ إِنَّ النَّاسِ ثَلَاثَةُ اَثْلَاثٍ : ثُلُثٌ لِلَّهِ وَثُلُثٌ لِنَفْسِهِ وَ ثُلُثٌ لِلدُّوْدِ فَاَمَّا مَا هُوَ لِلَّهِ فُرُوْحُهُ وَاَمَّا مَا هُوَ لِنَفْسِهِ فَعَمَلُهُ وَاَمَّامَا هُوَ لِلدُّوْدِ فَجَسَدُهُ . 36. Jati Diri Manusia Sebagaimana yang diwasiatkan oleh Luqman Al Hakim terhadap anak anaknya berikut : `` Wahai anak anakku ! Sesungguhnya manusia itu dibagi menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk Allah, sepertiganya lagi untuk dirinya sendiri dan sepertiganya yang lain untuk cacing. Adapun yang untuk Allah adalah rohnya, dan yang untuk dirinya sendiri adalah amal perbuatannya, dan yang untuk cacing adalah jasadnya. ``

Bagian 2 Pelajaran 35

 تَرْكُ الْكَلَامِ اِلَّا مَالَا بُدَّ مِنْهُ وَتَرْكُ الدُّنْيَا اِلَّا مَالَابُدَّ مِنْهُ وَتَرْكُ مُخَالَطَة ِالنَّاسِ اِلَّا مَالَا بُدَّمِنْهُ . 35. Pembungkus Agama Ditanyakan pula, ``Apakah pembungkus agama itu ? `` Jawabnya : `` Yaitu tidak berbicara kecuali membicarakan masalah penting, meninggalkan dunia kecuali yang sangat dibutuhkan, serta meninggalkan pergaulan dengan sesama manusia, kecuali untuk pergaulan penting. ` اِذَا كَانَ الْكَلاَمُ فِى الْخَيْرِ كَالْفِضَّةِ حُسْنًا كَانَ السُّكُوْتُ عَنِ الشَّرِّ كَالذَّهَبِ فِى الحُسْنِ . 35. Pembungkus Agama Dalam kaitannya dengan tidak berbicara, kecuali membicarakan masalah penting, Sulaiman atau Luqman as. Menyatakan : ``Apabila berbicara tentang kebaikan itu bagus bagaikan perak, maka diam dari pembicaraan yang jelek itu juga bagus bagaikan emas. `` اَصْلُ الزُّهْدِ الْاِجْتِنَابُ عَنِ الْمَحَارِمِ كَبِيْرِهَا وَصَغِيْرِهَا وَاَدَءُ جَمِيْعِ الْفَرَائِضِ يَسِيْرِهَاوَ عَسِيْرِهَاوَتَرْكُ الدُّنْيَا اَهْلُهَا قَلِيْل...

Bagian 2 Pelajaran 34

 اَلزَّايُ تَرْكُ الزِّيْنَةِ وَالْهَاءُ تَرْكُ الْهَوَى وَالدَّالُ تَرْكُ الدُّنْيَا . 34. Makna Yang Terkandung Dalam Kalimat Zuhud Dalam riwayat lain diterangkan,bahwa Ibnu Abbas ra. berkata sebagai berikut : ``Huruf ``Za`` berarti meninggalkan Zinah (perhiasan), huruf ``Ha`` berarti meninggalkan Hawa dan huruf ``Dal`` berarti meninggalkan dunia.``

Bagian 2 Pelajaran 33

 اَلزُّهْدُ ثَلَاثَةُ اَحْرُفٍ : زَايٌ وَهَاءٌ وَدَالٌ , فَالزَّايُ زَادٌ لِلْمَعَادِ وَالْهَاءُ هُدًى لِلْدِّيْنَ وَالدَّالُ دَوَامٌ عَلَى الطَّاعَةِ . 33. Bagian Dari Kalimat Zuhud Sebagaimana yang diterangkan oleh Ibnu Abbas ra. dalam perkataannya berikut ini : ``Kalimat zuhud itu terdiri dari tiga huruf yaitu Za`, Ha` dan Dal. Huruf Za` berarti ``Zaadun Lil Ma`aad`` (bekal menuju akhirat). Huruf Ha` berarti ``Hidayah``(menuju agama). Dan huruf Dal berarti ``Dawwamun `Alath Thaa`ah`` (tetap dalam ketaatan).`` Keterangan : Orang yang zuhud akan selalu beramal saleh untuk bekal hidup di akhirat. Orang yang zuhud akan selalu mengikuti petunjuk Allah dan memberikan petunjuk kepada orang lainke arah yang benar. Dan orang yang zuhud akan selalu taat kepada Allah dan Rasul-nya.

Bagian 2 Pelajaran 32

 اَنْ لَا تَسْتَأْنِسَ بِكُلِّ وَجْهٍ صَبِيْحٍ لَا بِصَوْتٍ طَيِّبٍ وَلَا بِلِسَانٍ فَصِيْحٍ . 32. Cara Bersikap Ramah Kepada Allah SWT. Dari Sufyan Ats Tsauri, bahwa beliau pernah ditanya tentang apa dan bagaimana caranya bersikap ramah kepada Allah SWT. Maka jawabnya : ``Yaitu agar tidak bersikap ramah kepada setiap wajah yang ceria, tidak kepada setiap suara manis, dan tidak kepada ucapan yang indah. ``

Bagian 2 Pelajaran 31

 بِثَلَاثَةِ اَشْيَاءَ : رَاَيْتُ الْقَبْرَ مُوْحِشًا وَلَيْسَ مَعِى مُؤْنِسًا وَرَاَيْتُ طَرِيْقًا طَوِيْلًا وَلَيْسَ مَعِى زَادٌوَرَاَيْتُ الْجَبَّارَ قَاضِيًا وَلَيْسَ لِى حُجَّةٌ . 31. Tiga Cara Mencapai Zuhud Diriwayatkan dari Ibrahim bin Ad ham ra. seseorang bertanya kepada beliau, ``Bagaimana caranya kamu mencapai Zuhud ? `` Maka jawabnya : ``Dengan riga perkara, ``Aku melihat kuburan itu menjadi negeri, sedang aku belum mendapatkan pelipur, aku melihat jalan yang panjang, sedang aku belum mempunyai bekal, dan aku melihat Allah Yang Maha Perkasa akan mengadili, sedang aku belum mempunyai alasan.`` Keterangan : Ibrahim bin Adham adalah seorang raja, yang meninggalkan kerajaannya, lalu ia bersungguh-sungguh dalam beribadah di Mekkah dan di beberapa negeri Islam. Di dalam Risalah Al Kusairiyah disebutkan, bahwa ia adalah Abu Ishaq Ibrahim bin Mansyur putra seorang raja dari negeri Balkan. Ketika pada suatu hari ia pergi berburu ke hutan, ia menemukan seekor musang atau keli...

Bagian 2 Pelajaran 30

 تَرْكُ الدُّنْيَا كُلِّهَا اَخْذُ الْآخِرَةِ كُلِّهَا فَمَنْ تَرَكَهَا كُلَّهَا أَخَذَهَا كُلَّهَا وَمَنْ اَخَذَهَا كُلَّهَا تَرَكَهَا كُلَّهَا فَاَخْذُهَا فِى تَرْكِهَا وَ تَرْكُهَا فِى اَخْذِهَا . 30. Perbandingan Antara Dunia dan Akhirat Diriwayatkan dari Abu Zakariya, Yahya bin Mu`adz ra. sebagai berikut : `` Meninggalkan dunia seluruhnya, berarti ia mengambil akhirat semuanya. Maka barangsiapa meninggalkan seluruhnya,maka mengambil akhirat seluruhnya. Dan barangsiapa yang mengambil dunia segalanya, berarti ia meninggalkan akhirat seluruhnya. Maka pengambilan akhirat itu berada dalam meninggalkan dunia dan meninggalkan dunia berada dalam pengambilan akhirat. `` Keterangan : Yahya bin Mu`adz nama lengkapnya adalah Abu Zakariya Yahya bin Mu`adz. اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ كَالضَّرَّ تَيْنِ . 30. Perbandingan Antara Dunia dan Akhirat ``Dunia dan Akhirat bagaikan dua orang istri yang di madu. `` Bila cinta akan dunia, berarti ia benci akan akhirat. Bila cinta akan akhirat, berar...

Bagian 2 Pelajaran 29

 تَفَضَّلْ عَلَى مَنْ شِئْتَ فَاَنْتَ اَمِيْرُهُ وَاسْئَلْ مَنْ شِئْتَ فَاَنْتَ اَسِيْرُهُ وَاسْتَغْنِ عَمَّنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ نَظِيْرُهُ. 29. Menguasai, Dikuasai, dan Mengimbangi Diriwayatkan dari Ali ra.sebagai berikut : ``Berikanlah manfaat (pertolongan) kepada siapapun, niscaya engkau akan menguasainya. Mintalah bantuan kepada siapapun, niscaya engkau juga akan dikuasainya, dan cukuplah dirimu sendiri dari siapapun, niscaya engkau akan seimbang dengannya.`` وَمَنْ اَحَبَّ شَيْئًا فَهُوَ أَسِيْرٌ لَهُ . 29. Menguasai, Dikuasai, dan Mengimbangi Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : ``Barangsiapa mencintai sesuatu, maka orang itu menjadi tawanannya.`` اَنَاعَبْدُ مَنْ عَلَّمَنِى حَرْفًا فَاِنْ شَاءَ بَاعَنِى وَاِنْ شَاءَ اَعْتَقَنِى . 29. Menguasai, Dikuasai, dan Mengimbangi Sayyidina Ali ra. juga pernah mengatakan : ``Aku adalah hamba orang yang telah mengajariku satu huruf, maka selanjutnya terserah dia apakah dia akan menjual aku atau memerdekakanku.`` Kete...

Bagian 2 Pelajaran 28

 يَادِيَارُ اَيْنَ اَهْلُكَ الْاَوَّلَوْنَ ؟ وَاَيْنَ عُمَّارُكَ الْمَاضُوْنَ ؟ وَاَيْنَ سُكَّانُكَ الْأَقْدَمُوْنَ ؟ فَهَتَفَ بِهِ هَاتِفٌ اِنْقَطَعَتْ آثَارُهُمْ وَبَلِيَتْ تَحْتَ التُّرَابِ اَجْسَامُهُمْ وَبَقِيَتْ اَعْمَالُهُمْ قَلَائِدَ . 28. Masyarakat, Pemimpin dan Penduduk Diriwayatkan, bahwa Shaleh Al Marqidi ra. pada suatu hari beliau lewat di daerah yang sudah ditinggalkan penduduknya, lalu beliau bertafakkur untuk mengenang daerah tersebut : ``Wahai perkampungan, dimanakah para penghunimu dahulu, dimanakah orang orang yang membangunmu (memimpinmu) dahulu, serta dimanakah penduduk penduduk yang terdahulu ?`` kemudian ada yang menjawab, ``Jejak mereka telah hilang, jasad jasad mereka di dunia, dan segala amal perbuatan mereka selalu menemaninya, meskipun dunia telah hancur. ``

Bagian 2 Pelajaran 27

 اَدِّمَا افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكَ تَكُنْ اَعْبَدَ النَّاسِ وَاجْتَنِبْ مَحَارِمَ اللهِ تَكُنْ اَزْهَدَ النَّاسِ وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ اَغْنَى النَّاسِ. 27. Yang Paling Beribadah, Zuhud, dan Terkaya Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas`ud ra. sebagai berikut : ``Kerjakanlah apa yang telah diwajibkan oleh Allah kepadamu, maka kamu akan menjadi orang yang paling banyak beribadah, dan jauhilah larangan laranganNya, maka kamu akan menjadi orang yang paling zuhud. Dan puaslah dengan apa yang telah diberikan Allah kepadamu, maka kamu akan menjadi orang yang paling kaya.``

Bagian 2 Pelajaran 26

 مَنْ لَقِيَنِى وَهُوَ يُحِبُّنِى اَدْخَلْتُهُ جَنَّتِى وَمَنْ لَقِيَنِى وَهُوَ يَخَافُنِى اَجْنَبْتُهُ نَارِى وَمَنْ لَقِيَنِى وَهُوْ يَسْتَحْيِ مِنِّى اَنْسَيْتُ الحَفَظَةَ ذُنُوْبَهُ . 26. Cinta, Takut, dan Malu kepada Allah SWT. Sebagaimana firman allah kepada NabiNya : ``Barangsiapa yang menemuiKu dalam keadaan cinta kepadaKu, maka ia akan Aku masukkan ke dalam kedalam SurgaKu. Dan barangsiapa yang menemuiKu dalam keadaan takut kepadaKu, maka ia akan Aku jauhkan dari NerakaKu. Serta barangsiapa yang menemuiKu karena ia mati dalam keadaan malu kepadaKu, maka Aku jadikan malaikat(pencatat amal) lupa terhadap dosa dosa orang itu. `` Keterangan : Maksud aku lupakan malaikat Hafadhah terhadap dosa-dosanya ialah, Allah menyuruh malaikat Hafadhah untuk tidak menulis dosa orang itu sebagai karunia dari Allah SAW.

Bagian 2 Pelajaran 25

  كَيْفَ اَصبَحْتُمْ ؟ قَالُوْا : اَصْبَحْنَا مُؤْمِنِيْنَ بِاللهِ فَقَالَ : وَمَا عَلَامَةُ إِيْمَانِكُمْ ؟ قَالُوْا : نَصْبِرُ عَلَى الْبَلَاءِ وَنَشْكُرُ عَلَى الرَّخَاءِ وَتَرْضَى بِالْقَضَاءِ. فَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : اَنْتُمُ الْمُؤْ مِنُوْنَ حَقًّا وَرَبِّ الْكَعْبَةِ .  25. Ciri ciri Orang Beriman Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW. Menemui para sahabatnya, lalu beliau bertanya : ``Apa kabar kalian pagi ini ?`` lalu para sahabat menjawab, ``Pada pagi ini kami tetep beriman kepada Allah SWT. `` Nabi Muhammad SAW. Bertanya lagi, ``Apa ciri iman kalian ?`` mereka menjawab, ``Kami bersabar menghadapi ujian (musibah), bersyukur atas kelapangan dan ridha(rela) dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT(Qadha). Lalu Nabi SAW. Bersabda,`Kalau begitu kalian benar-benar termasuk orang-orang mukmin yang sebenarnya. Demi Allah yang memelihara ka`bah`. `` اُعْبُدِ اللهَ عَلَى الرِّضَا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَفِى الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرٌ ك...

Bagian 2 Pelajaran 24

 مَنْ خَرَجَ مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إِلىَ عِزِّ الطَّاعَةِ اَعْنَاهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ غَيْرِ مَالٍ وَاَيَّدَهُ مِنْ غَيْرِ جُنْدٍ وَاَعَزَّهُ مِنْ غَيْرِعَشِيْرَةٍ . 24. Kekayaan, Kekeuatan, dan Kemenangan Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Sebagaimana berikut : ``Barangsiapa yang keluar dari kehinaan maksiat menuju kepada kemuliaan taat, maka Allah akan menjadikannya sebagai orang yang kaya tanpa harta, kuat tanpa pasukan dan menang tanpa bala. `` Keterangan : Jika kita selalu bertaqwa kepada Allah, Allah akan selalu memberikan pertolongan kepada kita dalam segala keadaan. 

Bagian 2 Pelajaran 23

 مَا مِنْ صَبَاحٍ اِلَّا وَيَقُوْلُ الشَّيْطَانُ لِى : مَا تَأْكُلُ ؟ وَمَا تَلْبَسُ ؟ وَاَيْنَ تَسْكُنُ ؟ فَاَقُوْلُ : آكُلُ الْمَوْتَ وَاَلْبَسُ الْكَفَنَ وَاَسْكُنُ الْقَبْرَ فَيَهْرَبُ مِنِّى. 23. Makanan, Pakaian dan Perumahan Sebagaimana yang diriwayatkan dari Hatim Al A`sham berikut ini : ``Tiada suatu pagi pun berlalu melainkan syaitan bertanya kepadaku, ``Apakah yang akan kamu makan ? Apa yang kamu pakai? Dan Dimana kamu akan bertempat tinggal ? `` maka akupun menjawab, ``Maut adalah makananku, kain kafan menjadi pakaianku, dan aku tinggal di  dalam kubur.`` Maka syaitan lari terbirit birit. `` Keteranagan : حَاتِمُ الْأَصَمِّNama aslinya Abdur Rahman Hatim bin Uhwan atau disebut juga Hatim bin Yusuf. Beliau adalah seorang ulama besar di Neadalah seorang ulama besar di Negeri Khurasan. Hatim Ali Al Ansam artinya `Hatim yang tuli`. Sejarahnya adalah sebagai berikut : Suatu saat ada seorang wanita datang kepada Hatim menanyakan suatu masalah. Tiba-tiba wanita tersebut...

Bagian 2 Pelajaran 22

 يَا عُزَيْرُ اِذَا اَذْنَبْتَ ذَنْبًا صَغِيْرًا فَلَا تَنْظُرْ اِلَى صِغَرِهِ وَانْظُرْ اِلَى مَنْ اَذْنَبْتَ لَهُ وَاِذَا اَصَابَكَ خَيْرٌ يَسِيْرٌ فَلَا تَنْظُرْ اِلَى صِغَرِهِ وَانْظُرْ اِلَى مَنْ رَزَقَكَ وَاِذَا اَصَابَكَ بَلِيَّةٌ فَلَا تَشْكُونِى إِلَى خَلْقِى كَمَا لَا اَشْكُوْكَ إِلَى مَلَائِكَتِى إِذَا صَعِدَتْ إِلَيَّ مَسَاوِيْكَ. 22. Dosa Kecil, Rizqi, dan Musibah Diterangkan dalam sebuah pernyataan, bahwa Allah SWT. Telah berfirman kepada Nabi Uzair as. Sebagai berikut : ``Wahai Uzair, jika kamu melakukan dosa kecil, maka kamu jangan melihat kecilnya, tapi lihatlah kepada siapa kamu telah berbuat dosa. Jika kamu mendapatkan yang sedikit, maka kamu jangan melihat yang sedikitnya, tapi lihatlah siapakah yang telah memberikan itu kepadamu. Dan jika kamu mendapatkan suatu musibah, maka janganlah kamu mengadukanKu kepada makhlukKu, sebagaimana Aku tidak mengadukanmu kepada MalaikatKu, jika kejelekanmu disampaikan kepada Ku. `` Keterangan : Menceritakan nasib buruk (sial)...

Bagian 2 Pelajaran 21

 كُنْ عِنْدَ اللهِ خَيْرَ النَّاسِ وَكُنْ عِنْدَ النَّفْسِ شَرَّ النَّاسِ وَكُنْ عِنْدَ النَّاسِ رَجُلًا مِنَ النَّاسِ. 21. Manusia Dalam Pandangan Allah, Dirinya Sendiri dan dalam Pandangan Orang Lain Telah diriwayatkan dari Ali ra. sebagai berikut : ``Jadilah engkau orang yang paling baik dalam pandangan Allah, dan jadilah engkau orang yang paling hina dalam pandanganmu sendiri, dan jadilah engkau orang yang sewajarnya dalam pandangan orang lain. `` Keterangan : Kita harus memeandang diri orang lain lebih baik daripada kita dan memandang diri kita lebih jelek daripada orang lain dalam hal iman, ilmu, dan amal. Namun kita jangan memandang non-muslim lebih baik daripada kita. Sebab, Allah berfirman : وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْأَ عْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْ مِنِيْنَ . ``Janganlah kamu merasa hina dan jangan pula merasa bersedih hati, sedang kamu ada dalam derajat yang tinggi apabila kamu dalam keadaan beriman. `` اِذَالَقِيْتَ اَحَدًا مِنَ النَّاسِ رَأَيْتَ ...

Bagian 2 Pelajaran 20

 مَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ سُنَّةُ اللهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ وَسُنَّةُ اَوْلِيَائِهِ فَلَيْسَ فِى يَدِهِ شَىْءٌ . 20. Sunnatullah, Sunnatur Rasul, dan Sunnah Waliyullah Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ali ra. berikut ini : ``Barangsiapa yang tidak ada sunnatullah di sisinya, sunnah Rasul dan sunnah para waliyullah, maka ia tidak mempunyai suatupun di tangannya. `` مَا سُنَّةُ اللهِ ؟ قَالَ : كِتْمَانُ السِّرِّ وَقِيْلَ مَا سُنَّةُ الرَّسُوْلِ ؟ قَالَ : الْمُدَارَةُ بَيْنَ النَّاسِ وَ قِيْلَ مَا سُنَّةُ اَوْلِيَائِهِ ؟ قَالَ : اِحْتِمَالُ اْلاَذَى عَنِ النَّاسِ وَكَانُوْا مِنْ قَبْلِنَا يَتَوَا صَوْنَ بِثَلَاثِ خِصَالٍ : وَيَتَكَا تَبُوْنَ بِهَا مَنْ عَمِلَ لِآخِرَتِهِ كَفَاَهُ اللهُ اَمْرَدِ يْنِهِ وَدُنْيَاهُ وَمَنْ اَحْسَنَ سَرِيْرَتَهُ اَحْسَنَ اللهُ عَلَا نِيَتَهُ وَمَنْ اَصْلَحَ مَابَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ اَصْلَحَ اللهُ مَابَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّاسِ . 20. Sunnatullah, Sunnatur Rasul, dan Sunnah Waliyullah Kemudian ditanyakan kepada Sayyidina Ali ra. : `` Apakah sunnatu...

Bagian 2 Pelajaran 19

 طُوْبَى لِمَنْ تَرَكَ الدُّنْيَا قَبْلَ اَنْ تَتْرُكَهُ وَبَنَى قَبْرَهُ قَبْلَ اَنْ يَدْخُلَهُ وَاَرْضَى رَبَّهُ قَبْلَ اَنْ يَلْقَاهُ. 19. Tiga Perkara Merupakan Bekal Akhirat Sebagaimana yang diriwayatkan dari Yahya bin Mu`adz ar Razi berikut ini : `` Sungguh beruntung orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya, orang yang menyediakan kuburan sebelum ia memasukinya dan orang yang mendapatkan ridha Tuhannya, sebelum ia menemui Nya. `` Keterangan : a. Sebelum harta meninggalkan, maksudnya sebelum kafir. b. Membangun kubur sebelum memasukinya maksudnya, beramal saleh sebelum meninggal. c. Meridhai Tuhannya yakni dengan cara melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. d. Sebelum menemuinya, artinya sebelum mati.

Bagian 2 Pelajaran 18

 إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ هَلَكَ قَبْلَكُمْ بِثَلَاثِ خِصَالٍ : بِفُضُوْلِ الْكَلَامِ وَفُضُوْلِ الطَّعَامِ وَ فُضُوْلِ الْمَنَامِ. 18. Perkara perkara Yang Menyebabkan Celaka Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibrahim An Nakha`I ra. sebagai berikut : `` Sesungguhnya orang orang yang sebelum kamu itu celaka hanya karena disebabkan tiga perkara, yaitu bicara yang berlebihan, makan yang berlebihan, dan terlalu banyak tidur. ``