Bagian 3 Pelajaran 14
مَنِ ادَّعَى اَرْبَعَةً بِلَا اَرْبَعَةٍ فَدَ عْوَاهُ كَاذِبَةٌ : مَنِ ادَّعَى حُبَّ اللهِ وَلَمْ يَنْتَهِ عَنِ مَحَارِمِ اللهِ تَعَالَى فَدَعْوَا كَذْبٌ وَمَنِ ادَّعَى حُبَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ كَرِه َالْفُقَرَاءَ وَالْمَسَاكِيْنَ فَدَعْوَاهُ كَذْبٌ وَمَنِ ادَّعَى حُبَّ الْجَنَّةِ وَلَمْ يَتَصَدَّقْ فَدَعْوَاهُ كَذْبٌ وَمَنِ ادَّعَى خَوْفَ النَّارِ وَلَمْ يَنْتَهِ عَنِ الذُّنُوْبِ فَدَعْوَاهُ كَذِبٌ .
14. Ucapan Tanpa Bukti Adalah Bohong
Diriwayatkan dari Hatim Al Asham ra. bahwa ia berkata seperti berikut :
`` Barangsiapa yang mengaku akan empat hal tanpa adanya bukti empat hal lainnya, maka pengakuannya itu bohong, yaitu : Barangsiapa yang mengaku cinta kepada Allah, tapi tidak mau meninggalkan segala laranganNya, maka pengakuannya itu bohong. Barangsiapa mengaku cinta kepada Nabi, tetapi ia tidak suka kepada orang fakir miskin, maka pengakuannya itu bohong. Dan barangsiapa yang menginginkan surga, tetapi tidak mau bersedekah, maka pernyataannya itu bohong. Serta barangsiapa yang mengaku takut kepada neraka, tetapi tidakmau meninggalkan perbuatan dosa, maka pengakuannya itu juga dusta. ``
اَوْتَكُنْ شَاعِرًا فَكُنْ كَابِنْ هَانِى # إِنْ تَكُنْ فَارِسًا فَكُنْ كَعَلِىٍّ كَذَّبَتْهُ شَوَاهِدُ الْاِمْتِحَانِ # كُلُّ مَنْ يَدَّعِى بِمَا لَيْسَ فِيْهِ
14. Ucapan Tanpa Bukti Adalah Bohong
Sebagaimana yang telah digambarkan oleh seorang penyair di dalam Bahar Khafaf sebagai berikut :
``Jika engkau adalah penunggang kuda, maka jadilah engkau seperti Tuan Ali # Dan jika engkau itu penyair, maka jadilah engkau seperti Ibnu Hani. Setiap orang yang mengaku (sesuatu) yang tidak sebenarnya # Maka bukti bukti ujian pun tahu bahwa ia berdusta.``
حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ وَحُجِبَتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ .
14. Ucapan Tanpa Bukti Adalah Bohong
Rasulullah SAW. Juga telah bersabda sebagai berikut :
`` Neraka itu dipagari dengan hal hal yang menyenangkan, sedang surga itu dipagari dengan hal hal yang menjemukan. `` (HR. Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra. )
لَا يُوْصِلُ اِلَى اْلجَنَّةِ اِلَّا بِارْتِكَابِ الْمَشَقَّاتِ وَلَا اِلَى النَّارِ اِلَّا بِتَعَاطِى الشَّهَوَاتِ وَمَنْ خَرَقَ الْحِجَابَ دَخَلَ .
14. Ucapan Tanpa Bukti Adalah Bohong
Maksud hadits tersebut, menurut Imam Nawawi, adalah sebagai berikut :
``Seseorang tidak akan sampai ke surga, kecuali dengan menempuh berbagai macam kecapaian, dan tidak akan masuk ke neraka, kecuali dengan mengikuti kehendak nafsunya sendiri. Barangsiapa dapat menerobos penghalang surga atau penghalang neraka, niscaya ia akan masuk ke dalam surga atau neraka. ``
Komentar
Posting Komentar