Bagian 3 Pelajaran 22

 وَاللهِ مَا ابْتُلِيْتُ بِبَلِيَّةٍ اِلَّا وَكَانَ الِلَّهِ عَلَيَّ فِيْهَا اَرْبَعُ  نِعَمٍ: اَوَّلُهَا اِذَ لَمْ تَكُنْ فِى دِيْنِىْ وَ الثَّانِى اِذْالَمْ تَكُنْ اَعْظَمَ مِنْهَا وَالثَّالِثُ اِذَالَمْ تَكُنْ مُحَرَّمَ الرِّضَا بِهَا وَالرَّابِعُ أَنِّى اَرْجُو الثَّوَابَ عَلَيْهَا .

22. Kenikmatan Dibalik Musibah

Diriwayatkan dari Umar ra. bahwa ia berkata sebagai berikut :

``Demi Allah, setiap kali aku mendapat musibah, maka disitu aku selalu terdapat  empat kenikmatan sari Allah SWT. Yakni : Pertama, musibah itu tidak mengenai agamaku. Kedua, karena musibah itu tidak lebih berat daripadanya. Ketiga, karena musibah itu tidak menghalangi ridha Allah. Dan keempat, karena dengan musibah itu aku dapat mengharap pahala dari Allah. ``


Komentar