Bagian 2 Pelajaran 22
يَا عُزَيْرُ اِذَا اَذْنَبْتَ ذَنْبًا صَغِيْرًا فَلَا تَنْظُرْ اِلَى صِغَرِهِ وَانْظُرْ اِلَى مَنْ اَذْنَبْتَ لَهُ وَاِذَا اَصَابَكَ خَيْرٌ يَسِيْرٌ فَلَا تَنْظُرْ اِلَى صِغَرِهِ وَانْظُرْ اِلَى مَنْ رَزَقَكَ وَاِذَا اَصَابَكَ بَلِيَّةٌ فَلَا تَشْكُونِى إِلَى خَلْقِى كَمَا لَا اَشْكُوْكَ إِلَى مَلَائِكَتِى إِذَا صَعِدَتْ إِلَيَّ مَسَاوِيْكَ.
22. Dosa Kecil, Rizqi, dan Musibah
Diterangkan dalam sebuah pernyataan, bahwa Allah SWT. Telah berfirman kepada Nabi Uzair as. Sebagai berikut :
``Wahai Uzair, jika kamu melakukan dosa kecil, maka kamu jangan melihat kecilnya, tapi lihatlah kepada siapa kamu telah berbuat dosa. Jika kamu mendapatkan yang sedikit, maka kamu jangan melihat yang sedikitnya, tapi lihatlah siapakah yang telah memberikan itu kepadamu. Dan jika kamu mendapatkan suatu musibah, maka janganlah kamu mengadukanKu kepada makhlukKu, sebagaimana Aku tidak mengadukanmu kepada MalaikatKu, jika kejelekanmu disampaikan kepada Ku. ``
Keterangan :
Menceritakan nasib buruk (sial) kepada orang lain disebut شِكَايَةٌ hukumnya haram. شِكَايَةٌhanyalah kepada Allah. Masalah : jika menceritakan nasib buruk kepada orang lain tapi hatinya ridha dan sabar karena menjawab orang-orang yang bertanya kepadanya, hal itu tidak termasuk syikayah. Sebab, Nabi pun pernah berkata demikian kepada Malaikat Jibril. Saat menjelang wafat Jibril bertanya : `Ya Muhammad apa yang terasa olehmu ?`. Nabi menjawab : `Aku susah dan bingung`. Jibril bertanya lagi : `Apa yang menyebabkan kamu susah dan bingung ?`. Nabi menjawab :`Nasib umatku diakhir zaman`.
Komentar
Posting Komentar